Senin, Oktober 06, 2008
Saling Bantu untuk Meningkatkan Karir
Heri dan Anton adalah masing masing manager pemasaran dan manager operasional di suatu bank di Malang. Suatu ketika, Heri dipanggil ke kantor pusat Jakarta. Setelah melakukan presentasi mengenai bidang pemasaran, direktur Bank tersebut bertanya tentang kemajuan operasional bak tersebut.
Dengan antusias, Heri menjawab “Wah, bagus sekali perkembangannya, Pak Anton sebagai manager opersional benar benar menguasai bidangnya Pak. Jika suatu hari Bapak memerlukan kepala cabang yang baru, maka saya rekomendasikan Pak Anton sebagai calon terbaik untuk mendudukinya”.
Dua minggu kemudian giliran Anton menghadiri rapat di kantor pusat membahas teknologi IT terbaru guna memperlancar operasional bank. Setelah meeting selesai, kembali Direktur Utama Bak itu bertanya perkembangan pemasaran ATM di cabang Malang.
Anton pun menjawab dengan lancar ”Di Malang, kami berhasil mendapatkan konsumen baru pengguna ATM 4 kali lebih banyak dibanding tahun lalu saat sebelum Pak Heri menjadi manager Pemasaran. Kalau saya jadi Bapak, maka tanpa ragu ragu lagi bila ada posisi Kepala Cabang yang lowong saya pasti menempatkan Pak Heri disana, Pak”
Dan 6 bulan kemudian, kedua orang ini sudah menjadi Kepala Cabang Bank tersebut di Bandung dan Semarang.
Ternyata, sejak jauh jauh hari sebelumnya, kedua manager itu telah bersepakat untuk selalu memberikan info positif kepada atasan mereka jika suatu saat mereka ditanyakain pendapatnya mengenai kinerja masing masing
Minggu, Oktober 05, 2008
8 Alasan Mengapa Orang tidak Membuat Goal
Goal atau tujuan hidup ibarat sasaran tembak untuk maju sukses. Bagaimana seseorang bisa melangkah ke depan jika tidak tahu kemana arah pasti yang dia inginkan. Kita semua paham dengan pentingnya membuat tujuan hidup, tetapi tidak semua dari kita yang secara sadar menuangkannya secara tertulis.Berikut ini penyebab mengapa kita tidak membuat goal =
1. Sikap pesimistis – Selalu melihat resiko negative yang bakal terjadi dibanding kemungkinan kemungkinan keberhasilan
2. Takut Gagal – Bagaimana jika saya gagal ? Secara tidak sadar, orang merasa jika tidak membuat goal maka mereka tidak akan merasakan kegagalan. Walaupun sebenarnya sudah memulai untuk gagal.
3. Kurang ambisi
4. Takut penolakan – Jika saya tidak berhasil, apa nanti kata orang ?
5. Penundaaan -- “Suatu hari saya akan membuat goal saya”. Ini berhubungan erat dengan point kurang ambisi diatas.
6. Kurang percaya diri –Karena kurangnya dorongan dari dalam diri dan tidak ada inspirasi.
7. Tidak mengacuhkan pentingnya goals—Tidak ada seorangpun yang mengajari mereka dan mereka tidak pernah belajar mengenai pentingnya menetapkan tujuan.
8. Kurang pengetahuan untuk menset up goal
Minggu, September 21, 2008
Memupuk rasa Bersyukur
Ada 4 tipe orang tingkatan orang bersyukur
Tipe I adalah orang yang tidak pernah atau jarang bersyukur atas apa yang ia peroleh. Ia menganggap apa yang ia dapatkan adalah hasil jerih payahnya semata. Walaupun ia beribadah tetapi ibadahnya tidak diniatkan untuk bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
Tipe II adalah bersyukur apabila ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Orang seperti ini akan segera menguncapkan syukur kepada Tuhan jika mendapatkan rezeki yang ia dambakan, Naik gaji, dapat bonus, proyek berhasil, orderan klien meningkat, anak diterima di Perguruan Tinggi terbaik, dll.
Tipe III adalah orang yang bersyukur atas hal hal yang kecil yang ia dapatkan. Selain bersyukur atas apa yang ia telah inginkan diperoleh, ia juga bersyukur atas hal hal disekitarnya. Bersyukur atas bisa bangun tiap pagi dalam kondisi sehat, bersyukur atas diberi nikmat hujan, punya keluarga lengkap, masih bekerja di perusahaan digaji tiap bulan, dan hal hal kecil lain yang orang tipe I dan II diatas terkadang tidak menyadarinya karena diangap sesuatu yang lumrah. Orang tipe ke III ini adalah orang yang selalu merasa beruntung.
Tipe IV adalah bersyukur atas apa yang belum ia dapatkan
Mungkin ini agak aneh. Bagi anda yang sedang mendalami hukum Law of Attraction, anda pasti sudah memahami dan mempraktekkan hal ini. Senantiasa bersyukur adalah jalan untuk membuka diri ada pada kondisi selalu feeling good untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan visualisasikan.
Minggu, September 14, 2008
Tips Sukses = Berinvestasi untuk Leher Keatas
Anda rela membeli sepatu merk ternama cesare paciotti, rockport, grenson seharga ratusan ribu atau mengenakan pakaian mahal bermerk Mark spencer, Polo Company, Next. Tetapi sangat pelit untuk membeli buku atau mengikuti seminar success coaching yang hanya 200-300 ribu saja.
Menurut James Gwee, seorang success coaching dari Singapore - kebanyakan mengapa orang tidak dapat meraih sukses adalah karena hambatan mental. Seperti tampak pada ilustrasi di samping. Banyak orang yang tindakannya sehari hari adalah A. Dimana A selalu akan menghasilkan A. Suatu ketika ia kemudian menginginkan hasil B dimana B berarti lebih sukses, lebih banyak kenalan, lebih bahagia, lebih cepat promosi. Tetapi ia masih saja terus melakukan kegiatan A. Apa yang kemudian terjadi ? Tentu akan sulit untuk mendapatkan hasil B jika terus ngotot melakukan A.
Yang harus dilakukan adalah merubah tindakan dari A ke B sehingga hasil B pun akan didapat. Umumnya untuk merubah dari A ke tindakan B bukan perkara mudah. Banyak hambatan akan datang, seperti takut salah, nggak enak sindiran orang, malas mencoba, tidak ada waktu, dll dimana itu semua tergolong hambatan mental. Hambatan mental adalah urusan bagian tubuh dari leher ke atas.
Tidak mudah memang untuk keluar dari comfort zone berubah melakukan A ke B. Dari habit A ke habit B. Berubah dari mental A ke mental B. Walaupun sulit ingatlah bahwa proses perubahan mental ini adalah learnable skill.
JADI, untuk itu anda wajib tiap saat untuk selalu mengupgrade pengetahuan dan minat anda. Misalnya anda seorang sales sebaiknya anda rajin mengikuti seminar, baca buku, mendengar audiobook yang berkaitan dengan bagaimana cara melakukan action B untuk menghasilkan outcomes B, bagaimana cara menjual untuk mendapatkan peningkatan order dari para pakar sales. Anda bisa membeli buku buku, video seminar, audio book di internet seperti di sini dengan harga yang sangat terjangkau. Investasi anda sangat kecil artinya jika dibandingkan manfaat, ilmu pengetahuan, dan motivasi yang anda akan dapatkan dari 5 DVD kompilasi yang ditawarkan ini.Jumat, September 12, 2008
Download EBook Gratis dengan BlogSearch

Banyak blog dimanfaatkan oleh si empunya untuk mensharing koleksi ebook yang dipunyai. Para blooger biasanya menempatkan ebook mereka di free hosting server. Selain dengan google, anda dapat dengan mudah mencari ebook di jaringan internet dengan memanfaatkan mesin pencari khusus yang mengindex blog.
Beberapa contoh mesin pencari blog yang popular adalah = www.blogsearch.google.com, www.blogsearchengine.com, www.blog-search.com, www.search.blogger.com, googleblog, dll. Ketimbang om google, gooleblogsearch lebih banyak mengindex blog blog baru yang ada.
1. Bukalah alamat pencari blog seperti www.blogsearch.google.com2. Masukkan kata pencari sesuai dengan ebook yang anda akan inginkan misalnya "Robert T Kiyosaki ebook"
3. Maka ada banyak link yang menyediakan buku dari Robert T Kiyosaki.
Selamat Berburu Ebook !
Minggu, September 07, 2008
Menghilangkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Banyak factor yang membuat seseorang menunda pekerjaan, termasuk menunda hal hal yang penting di kehidupan pribadi. Menunda meluangkan waktu dengan anak dan pasangan, menelpon kerabat saudara, berolahraga, belajar memperbaiki diri, hingga menunda beribadah.
Menurut Anthony Robins, ada 2 penyebab kenapa kita menunda melakukan sesuatu. Yaitu bahwa secara alamiah manusia akan selalu tergerak untuk menghindari hal yang tidak menyenangkan (pain) dan selalu mengharapkan kesenangan (pleasure). Dan inilah yang terjadi saat anda menunda pekerjaan ketimbang menyelesaikannya.
==================================================================
Contoh sederhana seperti berikut. Sebagai seorang sales, anda ditargetkan menelpon prospect minimal 100 klien per minggu. Tetapi anda justru memilih menundanya. Dalam fikiran anda terbersit rasa takut klien akan menolak ambil order, klien tidak berada di tempat, dll. Anda kemudian lebih memfokuskan diri ke hal hal yang tidak bertujuan untuk mendapatkan order dari klien. Dengan menunda telpon, diri anda mendapatkan kesenangan semu. Akibatnya menjelang weekend, kejar tayang pun dilakukan dengan menelpon puluhan klien yang menjadi target hanya dalam 1 hari terakhir. Kadang hal ini diperburuk, ketika pada hari itu anda harus menyelesaikan tambahan pekerjaan penting yang diberikan tiba tiba oleh atasan.
Tips menghindari kebiasaan diri menunda pekerjaan adalah dengan mengajukan 2 pertanyaan sederhana. Pertanyaan pertama adalah manfaat atau kesenangan apa yang akan didapat jikalau mengerjakan pekerjaan ini. Dan pertanyaan kedua, kerugian kerugian apa saja bagi pribadi, karir dan keluarga kalau menunda tugas ini.
Kembali ke contoh diatas, maka pertanyaan pertama yang diajukan adalah, apa keuntungan atau kesenangan yang bakal saya dapatkan jika menelpon klien. Pertanyaan selanjutnya adalah apa saja dampak negative jika anda tidak menelpon klien anda mulai hari ini. Tulislah seluruh jawaban yang muncul. Setelah itu dijamin anda akan tergerak mengerjakan tugas tanpa menundanya
Jika anda mulai menunda pekerjaan maka temukan jawaban atau alasan yang menyenangkan mengapa anda harus menjalaninya dan apa akibat negatif jika anda tidak melakukannya. Lakukan hal ini sesering mungkin. Andapun akan bebas dari tekanan pekerjaan.
Kiat Sukses Presentasi Dadakan
Public speaking, pidato, sambutan, presentasi atau apapun namanya, bila mendadak anda diminta berbicara di depan banyak orang , tentu cukup mengeluarkan keringat dingin. Mau menolak, tidak mungkinlah rasanya. Terkadang presentasi dadakan ini berpengaruh terhadap masa depan karir atau penjualan anda. Tetapi jangan khawatir. Kabar baiknya, public speaking termasuk learnable skill. Keahlian yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Berikut ini adalah tips singkat yang berpidato membuat audience menganggap anda sangat brilian dan sudah mempersiapkan pidato anda dengan baik. Walaupun waktu persiapan sebetulnya tidak kurang hanya 10 menit.1. Percaya diri.
Yakinlah bahwa anda diminta berbicara ke depan karena anda dianggap memiliki kemampuan atas apa yang anda bicarakan. Menunjukkan kegugupan dan keresahan hanya akan membuat audience juga resah dan tidak konsentrasi kepada apa yang anda utarakan. Cintailah penampilan dan gerakan tubuh anda. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri anda. Love and respect your self, and audience will follow. Jika anda berhasil mengelola rasa PD anda, 80 % dari presentasi anda sudah berhasil.
2. Pembukaan yang meyakinkan
Anda harus dapat membuat hadirin segera mefokuskan diri terhadap anda. Jangan biarkan audiens memikirkan mengenai rumahnya, kendaraannya yang belum dipajak, ada tugas yg belum selesai, dll. Tugas anda pertama kali adalah membuat suasana sedemikian rupa untuk mengembalikan perhatian semuanya hingga tertuju 100 % kepada anda. Ada banyak cara yang dilakukan untuk pembukaan yang elegan. Misalnya dengan metode diam sesaat selama beberapa detik, metode cerita, dan metode lainnya.
Lupakan kata kata kuno seperti “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya, maaf sebelumnya saya sebenarnya baru saja ditunjuk untuk mewakili tuan ruma ..dsb…dsb”. Cara pembukaan pidato seperti ini tidak akan membuat orang lain memperhatikan anda.
Jika dalam 1-2 menit pertama perhatian audience tidak tertuju ke anda, berarti anda telah gagal dalam presentasi.
3. Tekankan apa yang ingin anda sampaikan pada sesi isi presentasi.
Ada banyak tehnik dalam mengolah inti dari pesan anda. Misalnya dengan metode clock. Dimana anda memulai dengan membandingkan antara waktu dahulu sekarang dan masa depan. Anda akan mengatakan ”Zaman Dahulu, untuk berkomunikasi manusia harus berpergian, saat ini.... di masa yang akan datang.......”
4. Buat penutupan yang menarik.
Dalam penutupan ringkaskan apa yang sudah anda utarakan jangan lupa apa yang anda inginkan dari audience untuk dilakukan berkaitan dengan presentasi anda. Apakah audience harus melakukan order, menelpon keluarganya, membeli polis asuransi, dll.
Selamat ber presentasi. Yakinkan audience bahwa anda sangat brilian dan sudah mempersiapkan pidato anda dengan baik. Meskipun waktu presiapan sebetulnya cuma 10 menit.
Di blog ini disediakan Kategori khusus Public Speaking sebagai sharing pengetahuan, metode praktis, meningkatkan kepercayaan diri saat presentasi, dll.

Minggu, Agustus 31, 2008
Menyusun Target dalam Puasa Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan.Sejak dulu sewaktu penulis masih kecil hingga sekarang, dalam setiap taraweh ada saja pemberi kultum membahas mengenai tingkatan puasa. Bahwa ada 3 tingkat puasa. Puasa orang awam, puasa tingkat khusus dan puasanya para wali dan nabi. Muslim umumnya dikelompokkan pada katagori 1 menuju ke 2. Dan memang seperti itulah kondisi umat islam saat ini. Mungkin kurang dari 5 % dari kita yang pernah secara sadar merencanakan sejak awal puasa apa apa yang harus dilakukan agar ibadah puasa kita tidak menjadi ibadah yang biasa biasa saja. Yang masuk ke kategori pertama.
Dalam 1 bulan ramadhan ke depan, kita mau tidak mau harus puasa. Karena itu adalah kewajiban, masuk ke rukun Islam. Tidak puasa, berarti tidak sempurna iman seorang muslim. Jika kita hanya melaksanakan puasa sebagai gugur kewajiban saja, alangkah terbuangnya waktu dan tenaga kita. Ada baiknya kita juga menetapkan target apa yang ingin kita capai dan kita lakukan setelah melewati bulan yang penuh berkah ini.
Salah satu caranya adalah kita harus memiliki tujuan dari puasa ini. Apa yang kita inginkan setelah berpuasa 30 hari non stop. Kemudian dari tujuan ini kita tentukan langkah dan rencana apa saja yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan itu.
Misalnya kita pasang target untuk selalu sholat taraweh tanpa terputus, menghabiskan mengaji Al Quran sebanyak 15 juz dalam sebulan, selalu berjamaah dalam sholat wajib, dan target lainnya. Dengan adanya guideline yang kita buat sendiri, semestinya akan mendisiplinkan kita beribadah selama bulan ramadhan ini.
Usahakan tujuan dan keinginan kita itu tertulis. Beritahukan apa yang anda inginkan dengan orang terdekat, keluarga atau teman. Agar mereka bisa menegur kita apabila melenceng dari yang kita inginkan.
Selamat Berpuasa. Be Better Person.
Kamis, Agustus 28, 2008
Membedakan Asset (Harta) dan Liabilitas (Kewajiban)
Definisi asset adalah apapun yang menghasilkan uang masuk ke kantong kita, sedangkan Kewajiban adalah apapun yang menyebabkan uang keluar dari kantong kita.
Misalnya, Mobil dan rumah bisa tergolong sebagai asset maupun kewajiban.
Jika anda membeli mobil, setiap bulan anda harus mengeluarkan biaya bensin, cicilan kredit ke bank, perawatan, gonta ganti spare part dan aksesoris, pasang Video player, ganti oli dan pajak tahunan. Belum lagi kehilangan uang seiring dengan turunnya harga mobil. Anda membeli mobil sekarang, seandainya besoknya anda menjual kembali ke dealer, dipastikan harganya sudah turun. Ini berarti karena mobil, uang dari kantong anda keluar.
Demikian juga dengan rumah. Jika anda memiliki 2 rumah, 1 anda tempati dan 1 lagi dihuni oleh saudara saudara anda, dimana kesemuanya tentu memerlukan biaya perawatan, penggantian cat, bayar listrik, pajak PBB, uang kebersihan, artinya rumah anda menjadi beban kewajiban kantong anda.
Lho, bukankah bank sering mengatakan bahwa rumah adalah asset ? Ya, benar tetapi bukan untuk anda, tetapi asset bagi bank jika anda mengagunkan rumah tersebut untuk pinjaman. Rumah anda adalah asset dari Bank, bukan asset anda.
Berbeda jika rumah yang ada, anda sewakan atau buka kost kostan dimana setiap bulan anda menerima penghasilan yang jauh lebih besar dibanding biaya perawatan rumah, maka itu namanya rumah sudah berubah menjadi asset anda dan dikatakan anda memiliki passive income.
Anda membeli mobil baru dengan kredit? Kemudian dipinjamkan ke perusahaan rental mobil. Jika penghasilan dari menyewakan mobil ini lebih besar dari kewajiban anda mencicil mobil dan perawatanny, baru kemudian mobil ini dinamakan asset bagi anda sebagai sumber uang bagi kantong anda.
Robert T Kiyosaki menjadi kaya raya dengan cara membeli banyak properti dengan menggunakan pinjaman bank untuk kemudian disewakan, atau dibagi bagi dalam jumlah kecil dan dijual kembali dengan harga tinggi sehingga cicilan bank dibayar dengan sewa.
Perkecil kewajiban anda dan perbesar asset anda . Makin besar asset anda, makin besar passive income anda. Makin besar kuadran passive income, makin kaya anda dan kalau sudah begitu diharapkan makin banyak waktu untuk kegiatan social membantu orang lain.
Selasa, Agustus 26, 2008
4 Situasi dalam Hidup
Kuadran I = Punya Waktu, Tapi Tidak Punya Uang

Anda yang berada pada kuadran ini memiliki waktu yang sangat banyak tetapi karena beberapa hal anda tidak bisa menghasilkan uang dari waktu anda yang berlebih. Waktu anda tidak efektif digunakan untuk memberi nilai tambah. Padahal, uang datang apabila kita memberikan nilai tambah (value added) pada sesuatu. Yang termasuk golongan kuadran I ini misalnya pengangguran, ibu rumah tangga yang anaknya relative sudah besar, dll
Kuadran II = Punya Uang, Tapi Tidak Waktu
Anda masuk ke kategori ini jika anda adalah seorang self employee/wirausahawan dimana tanpa kehadiran anda maka usaha yang anda jalankan tidak mendatangkan uang ke kocek anda. Misalnya pedagang mie ayam yang merangkap sebagai juru masak utama. Makin banyak order, makin sibuk si pedagang, makin besar omset yang dia punya, tetapi waktu dia bersama anak dan keluarga sangat sedikit, berolahraga jarang, say hello ke kerabatpun berkurang. Makin banyak orderan, makin punya banyak uang tapi tidak punya waktu.Kuadran III = Tidak Punya Waktu dan Tidak Punya Uang
Mungkin kuadran III inilah yang akan paling dihindari, sudah tak ada uang, waktu pun tak ada.Tapi tahukah anda justru di kuadran ke 3 ini lah jutaan orang di Indonesia bahkan di dunia masuk ke katagori ini, yakni anda yang berprofesi sebagai karwayan. Sebuah Ironi ?Bukankah karyawan punya uang dari gaji bulanan mereka ? Coba perhatikan penjelasan berikut.
Seorang karyawan, katakanlah tinggal di bekasi, punya kantor di Sudirman. Tiap pagi sebelum ayam tetangga bangun, dia harus sudah bangun paling telat jam 5, naik bus ke stasiun kereta bekasi dan berdiri di kereta menuju stasiun kota dilanjutkan ke Sudirman. Demikian juga saat pulang dari kantor pukul 5 sore, sampai di rumah sudah larut malam. Pagi berangkat anak belum bangun, begitu pulang anak sudah tidur kembali. Mereka tidak punya waktu.
Akhir bulan dapat gajian. Lalu bayar tagihan PLN, telpon, pulsa HP, kartu kredit, uang sekolah anak, kredit mobil, motor, rumah, beli pakaian, dan seterusnya hingga baru minggu ke 3 sudah kehabisan uang. Belum lagi makin tahun kebutuhan anak sekolah makin besar. Bisa dibayangkan kehidupan setelah pensiun nanti, dimana tanpa penghasilan tetapi pengeluaran hidup tetap ada. Kesimpulannya they have no money.
Untuk siklus keuangan sepanjang hidup, saya jabarkan di tulisan lain di blog ini.
Kuadran IV = Punya Waktu, Punya Uang
Berada di kuadran ini menjadi cita cita banyak orang. Kondisi pada kuadran ini uang dan orang lain lah yang bekerja keras untuk anda, sehingga anda tidak perlu pusing dan banyak waktu untuk itu. Ini adalah kuadran bagi anda yang memiliki passive income jauh lebih besar dibanding active income anda. Passive income ini bisa berasal dari investasi atau bisnis yang sudah tersistem dan tidak memakan waktu anda. Bagaimana cara mendapatkan passive income ? akan saya bahas pada tulisan selanjutnya
